Jumat, 16 Maret 2012

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN KARAKTER


Pendidikan karakter harus didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.   Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter
2.   Mengidentifikasi karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran, perasaan, dan perilaku
3.   Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter

NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SMP


Berdasarkan kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi 80 butir nilai karakter yang dikelompokkan menjadi lima, yaitu nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan (1) Tuhan Yang Maha Esa, (2) diri sendiri, (3) sesama manusia, dan (4) lingkungan, serta (5) kebangsaan. Namun demikian, penanaman kedelapanpuluh nilai tersebut merupakan hal yang sangat sulit. Oleh karena itu, pada tingkat SMP dipilih 20 nilai karakter utama yang disarikan dari butir-butir SKL SMP (Permen Diknas nomor 23 tahun 2006) dan SK/KD (Permen Diknas nomor 22 tahun 2006). Berikut adalah daftar 20 nilai utama yang dimaksud dan diskripsi ringkasnya.

1.      Nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan (Religius)
Pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang yang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan/atau ajaran agamanya.

INDIKATOR KEBERHASILAN PENDIDIKAN KARAKTER


Keberhasilan program pendidikan karakter dapat diketahui terutama melalui pencapaian butir-butir Standar Kompetensi Lulusan oleh peserta didik yang meliputi sebagai berikut:

1.   Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja;
2.   Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri; 
3.   Menunjukkan sikap percaya diri;
4.   Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas;
5.   Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional;
6.   Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif;
7.   Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif;
8.   Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya;
9.   Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari;
10. Mendeskripsikan gejala alam dan sosial; 
11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab;
12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam negara kesatuan Republik Indonesia;
13. Menghargai karya seni dan budaya nasional;
14. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya;
15. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang dengan baik;
16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun; 
17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; Menghargai adanya perbedaan pendapat;
18. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana;
19. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana;
20. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah;
21. Memiliki jiwa kewirausahaan.

Pada tataran sekolah, kriteria pencapaian pendidikan  karakter adalah terbentuknya budaya sekolah, yaitu perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah harus berlandaskan nilai-nilai tersebut.

SASARAN PENDIDIKAN KARAKTER


Sasaran pendidikan karakter adalah seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia negeri maupun swasta.  Semua warga sekolah, meliputi para peserta didik, guru, karyawan administrasi, dan pimpinan sekolah menjadi sasaran program ini. Sekolah-sekolah yang selama ini telah berhasil melaksanakan pendidikan karakter dengan baik dijadikan sebagai best practices yang menjadi contoh untuk disebarluaskan ke sekolah-sekolah lainnya.

Melalui program ini diharapkan lulusan SMP memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, kompetensi akademik yang utuh dan terpadu, sekaligus memiliki kepribadian yang baik sesuai norma-norma dan budaya Indonesia. Pada tataran yang lebih luas, pendidikan karakter nantinya diharapkan menjadi budaya sekolah.

TUJUAN PENDIDIKAN KARAKTER


      Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik SMP mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. 

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN KARAKTER



UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan pada Pasal 17 Ayat (3) menyebutkan bahwa pendidikan dasar, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang (a) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur; (b) berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; (c) sehat, mandiri, dan percaya diri; (d) toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggungjawab. Berdasarkan hal tersebut, jelas bahwa tujuan pendidikan di setiap jenjang, termasuk SMP sangat berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.

TUGAS RPP MATA KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN


Muh. Iqbal Heryanto
RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS CTL

Sekolah                       :   SMPN 2 KOLAKA
Mata Pelajaran          :   MATEMATIKA
Kelas/Semester           :   VIII/II
Alokasi Waktu            :   1 PERTEMUAN (2 X 40 MENIT)



A.    Standar Kompetensi       :      Menggunakan bentuk aljabar, persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel, dan perbandingan dalam pemecahan masalah.
B.     Kompetensi Dasar          :      Menggunakan perbandingan untuk pemecahan masalah

C.     Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini selesai siswa diharapkan dapat:
1.      Siswa dapat Menjelaskan pengertian skala sebagai suatu perbandingan.
2.      Siswa dapat Menghitung faktor perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala.
3.      Siswa dapat Memberikan contoh masalah sehari-hari yang merupakan perbandingan senilai dan berbalik nilai.
4.      Menyelesaikan soal yang melibatkan perbandingan senilai dan berbalik nilai.

D.     Materi Pelajaran        :           Perbandingan yaitu  Mengenal perbandingan, Mengenal skala, Menghitung faktor perbesaran dan pengecilan pada gambar berskala, Mengenal perbandingan senilai, Mengenal perbandingan berbalik nilai, Memecahkan masalah perbandingan,
E.     Alat dan Sumber belajar :
a.       Sumber :
                                                              i.      Buku paket, yaitu buku Matematika SMP dan MTs ESIS Kelas VIII , karangan Mujiyono dan Endang Retno Wulan hal. 161-172.
                                                            ii.      Buku referensi lain.
b.      Alat :
                                                              i.      Lembar kerja siswa.
                                                            ii.      Laptop.
                                                          iii.      LCD.
                                                          iv.      OHP.

F.      Model Pembelajaran: Model pembelajaran Problem-Based Instruction, Model pembelajaran Group Investigation, dan Model Pembelajaran Pemberian tugas.

Kegiatan Pembelajaran

Tahap Pembelajaran
Kegiatn Awal :
-          Menyampaikan tujuan Pembelajaran.
-          Memotivasi Siswa melalui media video motivasi..
Kegiatan Inti
-          Siswa diberikan stimulus berupa permasalahan apa-apa yang disiapkan jika kita akan membuat sebuah pesta ulang tahun.
-          Siswa diantar ke permasalahan penyiapan pesta contoh uang, atau sirup yang terkait denga perbandingan dan lain-lain.
-          Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab atau menyelesaikan pertanyaan.
-          Lalu siswa dibagi dalam kelompok-kelompok.
-    Siswa yang berkumpul berdasarkan kelompok-kelompoknya diberikan lembar kerja yang berisi lembar kerja melalui media proyektor dan daftar harga barang yang diperlukan yang telah disiapkan oleh guru dan tak lupa diberikan kertas untuk t4 hasil kerja yang akan dipersentasekan didepan kelas.
-      Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan langkah-langkah yang terdapat di proyektor dan menulis hasil kerja mereka dalam kertas yang telah disiapkan.
-          Kelompok Siswa yang kelihatan kesulitan dibimbing dan dibantu oleh guru.
-          Masing-masing kelompok mempersentasekan hasil kerja mereka.
-   Siswa diberikan kesempatan untuk melakukan tanggapan, pertanyaan, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan.
-          Menganilisis dan mengevaluasi pemecahan masalah.
Kegiatan Penutup
-          Menanyakan apa yang mereka telah pelajari hari ini, berhubungan dengan mata pelajaran yan lain
-          Guru menanyakan kesan dan pesan setelah belajar hari ini.
-          Siswa dan guru melakukan refleksi.
-          Guru memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok sesuai dengan keunggulannya.
-          Guru memberikan tugas melalui media proyektor.


Di buat Oleh Muh. Iqbal Heryanto (Ketua HMPS MTM USN)